![]() |
| Personel Pomdam Jaya Melakukan Pengawalan Tamu Negara KTT OKI di Bandara Halim Perdana Kusumah |
Kodam Jaya tidak hanya melakukan pengamanan di tempat penginapan dan tempat berlangsungnya KTT OKI saja yang menjadi fokus Kodam Jaya, melainkan juga pengamanan saat para tamu tiba di tanah air. Para tamu, khususnya Kepala Negara dan VVIP disiapkan pengamanan super ketat.
Hal ini dapat dilihat saat Presiden Palestina Mahmoud Abbas tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (6/3). Hingga saat ini sudah lima pejabat VVIP yang tiba di Jakarta untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Hal ini dapat dilihat saat Presiden Palestina Mahmoud Abbas tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (6/3). Hingga saat ini sudah lima pejabat VVIP yang tiba di Jakarta untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Kelima pejabat VVIP yang mendapat penjagaan ketat dari Pasukan Kodam Jaya dan Paspampres diantaranya, Presiden Gambia Yahya Jammeh dan lima orang delegasinya melalui Bandara Soetta, Ketua Dewan Negara Oman Yahya bin Mahfouz Mundhiri, Perdana Menteri Qatar Sheikh Abdullah bin Nasser bin Khalifa Al Thani, Presiden Aljazair dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Pasukan akan melekat mengamankan tamu VVIP yang menjadi peserta KTT Luar Biasa OKI hingga pelaksanaan KTT selesai dilaksanakan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan. Aparat TNI dan Polri mengamankan semua titik yang dilewati rombongan tamu VIP dan VVIP.
Adapun jumlah personel Paspampres di Bandara Halim Perdanakusuma sebanyak satu satuan setingkat peleton 60 Prajurit, dan pengamanan dua satuan setingkat kompi (SSK) atau sekitar 270 orang dari pasukan gabungan Kodam Jaya, jajaran TNI dan Polri yang tergabung dalam Komando Operasi Pengamanan (Koopspam) di bawah pimpinan Pangdam Jaya selaku Pangkoops Pengamanan KTT OKI 2016 Mayjen TNI Teddy Lhaksmana.
Koopspam KTT Luar Biasa OKI menyiapkan strategi evakuasi jalur udara bagi delegasi tersebut jika terjadi gangguan keamanan maupun kerusuhan. Lebih dari itu Koopspam juga telah siapkan helikopter di beberapa titik untuk mengantisipasi bila terjadi gangguan keamanan.
Koopspam juga menyiapkan pasukan penyelamatan (escape) dari Paspampres yang bekerja saat terjadi gangguan dibantu tim pendukung lainnya. Tim escape terdiri atas pasukan TNI AD dan TNI AU dengan kendaraan keras dan kendaraan lapis baja seperti panser anoa dari jajaran Brigif-1 PIK/Jayasakti yang akan bekerja dengan waktu singkat saat terjadi gangguan terhadap rombongan tamu VIP dan VVIP.

0 komentar: