Pukul 06.00 WIB pagi, bunyi sirine meraung-raung di Markas Yonif 113/Jaya Sakti. Para prajurit berhamburan keluar dengan pakaian lengkap beban tempur dan persenjataan disusul dengan mobilisasi kendaraan truk maupun kendaraan taktis berkumpul dengan sigap dan cepat.
Diperoleh informasi bahwa musuh dari kelompok Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) akan menguasai gedung pemerintahan dan tempat strategis serta obyek vital di Kabupaten Bireuen.
Aksi tersebut merupakan skenario latihan simulasi Prosedur Tetap (Protap) Alarm Kesiapsiagaan Satuan Yonif 113/JS dalam menyikapi perkembangan situasi (Bangsit), khususnya yang berkaitan dengan pengamanan Markas Komando, gedung pemerintahan serta obyek vital di wilayahnya.
Latihan ini dimaksudkan untuk mengecek dan mengukur sejauh mana kesiapan, kecepatan serta ketepatan prajurit saat dihadapkan dan didadak untuk berkumpul dengan cepat sambil membawa peralatan dan beban tempur dengan limit waktu yang ditentukan.
“Sebagai upaya langkah preventif, jika terjadi sewaktu-waktu ada gerakan separatis atau pengacau keamanan yang datang menyerang ke kantor pemerintahan dan obyek vital lain maupun Markas Komando dapat segera diatasi”, jelas Dankima Yonif 113/JS Lettu Inf M. Irwansyah. (Pendam IM)
0 komentar: